Rabu, 18 Januari 2012

Orang Utan yang Terancam Di 'Hutan'

Orang Utan adalah primata atau kera besar yang memiki lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat. Populasi Orang Utan pada awal penyebarannya yaitu berjumlah 3 juta ekor, namun saat ini populasi mereka turun sangat drastis sekitar kurang lebih 14.000 ekor (dari Taman Primata Schmutzer),fakta yang mencengangkan. Populasi mereka berkurang karena tingkah laku manusia, mulai dari perdagangan hewan, pembalakan liar/pembakaran hutan untuk membuka lahan sehingga Orang Utan kehilangan habitatnya, sampai pembantaian Orang Utan yang dianggap hama bagi perkebunan sawit. Sungguh ironis, mereka sangat terancam di habitat asli mereka yaitu di hutan. Sehingga berdiri penangkaran-penangkaran Orang Utan, seperti salah satunya 'Taman Primata Schmutzer' di Ragunan. Dan ini muka=muka para penghuni taman tersebut.

Senin, 26 Desember 2011

Seberapa Pentingkah 'E-KTP' itu?

Sebelum saya menuliskan tulisan yang berhubungan dengan judul di atas, saya ingin menyapa para pembaca (kaya ada yang baca aja blog gw)terlebih dahulu. Apa kabar kalian semua? jumpa lagi dengan saya. Judul di atas, "Seberapa Pentingkah 'E-KTP' itu?" merupakan pelampiasan kekesalan saya karena tidak mendapatkan nomor urut antrian untuk mengurus pembuatan 'E-KTP'. Sabtu 24/12/11, saya sengaja pulang ke Jakarta karena mendapatkan titah dari babe saya untuk mengurus pembuatan 'E-KTP'. Sebenarnya saya enggan untuk melakukannya, namun karena saya tidak ingin dianggap anak durhaka, jadi saya menuruti titah dari babe tersebut. Sesampai di rumah babe menceritakan dan menjelasakan semuanya, "Pri, urus E-KTP hari selasa. Datengnya pagi-pagi, yah jam setengah lima lahh...biar dapet nomor antrian. Terus ngurusnya jangan telat, ntar klo telat ngurusnya ke DKI lohhh...mana kena denda, lumayan 250.000 ribu." Saya berpikir,"ngapain dateng pukul setengah 5 pagi ke Kelurahan hanya untuk mendapatkan nomor antrian, udah kaya orang bener aja. Mending gw ngantri tiket konser Justin Bieber dengan antrian 4 KM dah." Benar apa yang dikatakan oleh babe saya. Selasa 27/12/11, saya berangkat ke Kelurahan pukul setengah 7 pagi. Saya benar-benar kaget, karena halaman Kelurahan sudah dipenuhi orang-orang yang berantusias mengurus 'E-KTP'. Sepertinya antrian di Kelurahan ini mengalahkan antrian tiket konser Justin Bieber. Ada yang bilang bahwa dia sudah menuruh surat undang dari pukul 3 pagi. Jadi urutan dalam mengurus 'E-KTP' ini adalah pertama menaruh surat undangan yang telah diberikan oleh ketua RT masing-masing untuk mendapatkan nomor urut antrian, setelah itu menunggu giliran sesuai dengan nomor urut yang didapat untuk proses foto, sidik jari, dan sebagainya. Alhasil saya tak mendapatkan nomor urut karena datang kesiangan dan blom tau strateginya. Namun setelah peristiwa ini, terbesit suatu pertanyaan, "apa yang mereka (orang-orang yang telah hadir di Kelurahan sejak pukul 3 pagi) harapkan dari 'E-KTP'?"

Kamis, 18 Agustus 2011

Kangen Upacara Bendera

Entah apa yang sedang terjadi pada gw belakangan ini. dibilang cengeng bukan, dibilang melankolis juga engga. Kenapa gw ngomong gitu?soalnya 2 postingan terakhir gw merupakan curahan dari kegelisahan (jarang-jarang gw nulis tentang sesuatu yang menyeret perasaan).

sudah sekitar 3 tahun gw lulus dari Sekolah Menengah Atas dan selama itu pula gw tidak memeriahkan hari kemerdekaan RI dengan berpartisipasi dalam upacara bendera. Padahal waktu SMA gw tidak punya pikiran bahwa upacara bendera itu menyenangkan, melainkan sebuah kegiatan yang membosankan dan buang-buang waktu. Lain dulu lain sekarang, gw bener-bener ingin melakukan upacara bendera, karena cuma itu aja yang bisa gw lakukan untuk negara tercinta ini. Dengan upacara bendera kita juga bisa menghargai dan mengingat kembali perjuangan para pejuang kita, selain itu kita juga harus melanjutkan perjuangan mereka walaupun hanya dengan melakukan hal yang kecil, yahhh seperti upacara bedera ini.

dikesempatan ini juga gw ingin mengucapkan DIRGAHAYU HUT RI ke-66. Lekas bangun dari tidur berkepanjangan dan cucilah mukamu biar terlihat segar, karena masih ada cara untuk menjadi besar.

Selasa, 16 Agustus 2011

Rindu Dibangunkan Sahur

"pri bangun, sahur ga?"

Kalimat itu terus berulang-ulang dilontarkan oleh ibuku, hingga aku benar-benar bangun dan cukup sadar untuk melaksanakan makan sahur. Namun setelah ibuku tiada yaitu 3 tahun yang lalu kalimat itu tidak aku dengar sama sekali, tidak pula keluar melalui mulut bapakku. Aku merasa hampa ada sepotong hal yang rutin terjadi lenyap begitu saja. Bahkan aku merasa dahaga akan kasih sayang seorang ibu. Dibangunkan untuk sahur, disugukan makanan-makanan yang enak karena dibuatnya penuh dengan cinta dan kesabaran, buah dan teh manis juga tersedia di atas meja makan, serta mengingatkan seisi rumah untuk tidak lupa melaksanakan salat 5 waktu. Sekarang semua itu sudah terkubur dalam-dalam, tapi apakah hal itu bisa bangkit lagi seiring menebalnya rasa rinduku terhadap suasana sahur seperti itu?.

Mungkin kepergian ibu memberi hikmah tersendiri bagiku. Yaitu untuk tidak memiliki sifat manja dan untuk tidak selalu ketergantungan oleh orang lain.
Kebalikannya, saat ini aku yang menjadi hansip untuk bangun lebih awal, menyiapkan makan sahur, membuat teh manis untuk seisi rumah. Itu bukan sebuah keluhan dari aku, melainkan sebuah alasan dari timbulnya rasa rinduku terhadap ibu.
Mungkin ini sudah saatnya Apri. . .

Sabtu, 23 Juli 2011

Terima Kasih Pak Raden

Ada yang masih ingat dengan Pak Raden? pak raden merupakan salah satu tokoh di sinema anak unyil. Berkumis tebal dan berpakaian khas jawa adalah ciri khas dari pak raden. Tidak hanya dalam bentuk boneka yang ada di sinema unyil, namun tokoh tersebut benar-benar ada. Tokoh tersebut diperankan oleh Dr. Suyadi. Beliau adalah seorang pendongeng dengan gaya khas yaitu dengan gambar dan boneka. Dia juga sebagai kreator dari si unyil.

Bertepatan dengan hari anak nasional, diadakan acara untuk mengingat dan menghargai dedikasi beliau dalam bidang seni (untuk anak) ini. Betempat di toko buku Aksara kemang, acara ini berjalan lancar dan meriah yang dihadiri oleh anak-anak beserta orangtua mereka dan juga dihadiri oleh umum yang ingin bernostalgia dengan dongeng-dongeng pak raden.

Acara dimulai dengan menonton salah satu episode film unyil, film selesai pak raden pun memasuki ruangan. Awal paka raden menyanyikan lagu sol do iwak kebo bersama anak-anak. Setelah itu pak raden baru mulai mendongeng dengan judul si kancil. "Yaaaa.....dongeng itu sering gw denger saat gw kecil".
Didongeng yang kedua pak raden menceritakan tentang seorang anak perempuan yang nakal, di dongeng yang kedua ini berbeda dengan dongeng yang pertama, karena di dongeng kedua pak raden menggunakan media boneka bukan dengan gambar seperti dengeng pertama. di acara ini juga dilelang lukisan-lukisan karya Dr. Suyadi (pak raden) dan juga boneka pak raden serta unyil.

Semoga orangtua zaman sekarang lebih sadar bahwa buku dongeng dan film anak lebih baik diberikan daripada ipad, handphone, dan komputer kepada anak-anak mereka.

Selasa, 28 Juni 2011

Percakapan Singkat Di Warung Sate

Percakapan ini terjadi saat gw membeli sate di dekat rumah. Dan dilakukan antara gw dengan tetangga gw.

G :gw
T :tetangga gw
TS:tukang sate


G :Bang sate kambingnya masih ada?
TS :Abis mas. Adanya sate ayam
G :Yaudah bolehh, sate ayamnya 10 tusuk yah
(datanglah tetangga gw ingin membayar sate yang sudah ia beli sebelumnya)
T :Ehhh apri....lagi libur kuliah?kapan pulang dari Bandung?
G :iya nih bu, 2 hari lalu nyampe Jakartanya
T :waduh si apri udah gede aja, tambah ganteng juga lagi. Padahal dulu pas kecil
ibu sering ngegodain apri, masih inget ga?
G :hehehehehehe..(senyum tersipu malu) iya masih inget lah bu.
T :Apri kuliah dimana?
G :Di UNPAD Jatinangor bu..
T :Berarti deket STPDN itu yah?
G :Sekarang namanya dah ganti jadi IPDN
T :ohh begitu...ngambil jurusan apa apri?
G :Sastra Perancis (mengucap dengan bangga) bu
T :ohh yang ngomongnya bindeng-bindeng gitu yahh. Sama kaya di kantor bapak
(suaminya) ngomongnya bahasa perancis ma belanda.
G :Emangnya bapak kerja dimana?
T :Di kedutaan besar Belgia
G :Ohhh...emang belgia salah satu negara yang pake bahasa perancis bu.
TS :mas satenya dah jadi nih
G :berapa mas?
TS :10 ribu
(gw bayar tukang sate sambil pamit duluan ke tetangga gw)
G :ibu saya duluan yahhh..
T :ohh iya pri, ibu doain biar cepet lulus dan sukses yah
G :makasih bu yaa

Senin, 06 Juni 2011

HARI YANG LUAR BIASA BAGI MEREKA

Sebenarnya saya malas dan tidak memiliki ide untuk menuliskan cerita yang satu ini, namun sebelum semua ingatan saya tentang peristiwa ini benar-benar hilang lebih baik saya paksakan untuk menulis.


Sabtu, 4 juni 2011 menjadi hari bersejarah sekaligus hari yang menyenangkan bagi teman sepermainan dan setrongkongan di lingkungan tempat tinggal saya yaitu Danang Wahyudhi. Dia mempersunting wanita pilihannya yang telah lama dipacarinya yaitu Siti Juleiha. Awalnya, saya pikir acara akad nikah dan pesta pernikahannya akan diadakan di kediaman Kudil (panggilan akrab saya kepada Danang Wahyudhi), ternyata semua rangkaian acara tersebut diadakan di kediaman mempelai wanita di daerah Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Sebelum pukul 9 pasukan mempelai pria melakukan persiapan, mulai dari menunggu orang-orang penting, mempersiapkan transportasi, mempersiapkan barang-barang seserahan dan yang penting adalah sarapan. . .hehehehehe
Sang pengantin pria benar-benar diselimuti rasa grogi yang luar biasa, sampai-sampai tangannya mendingin sedingin es abadi yang ada di kutub utara dan dia sama sekali tidak melakukan kegiatan kamar mandi (buang air kecil dan buang air besar). "Semoga acara hari ini berjalan lancar", itulah harapan orang-orang yang berada di rombongan tersebut.


Ketika sampai di tempat tujuan rasa grogi itu masih menyelimuti diri kudil, itu terlukis dari ekspresi wajahnya. Kedatangan kami disambut oleh alunan musik marawis yang merdu. Setelah sambutan dari kedua keluarga dan penyerahan seserahan secara simbolis oleh keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita, akhirnya dimulai acara sakralnya (akad nikah).
"Saya terima nikah dan kawinnya Siti Juleiha binti Salim dengan mas kawin tersebut dibayar tunai", ucap kudil lantang untuk menyempurnakan ijab kabulnya. Luar biasa!tak disangka kudil bisa mengalahkan rasa groginya yang menggunung. Padahal dari awal dia terlihat pucat dan culun seperti cupang becir. Dan yang terpenting kudil hanya 1 kali melakukan ijab kabul, tid ak mengulang. Hal itu mengindikasikan bahwa prosesi akad nikahnya berjalan mulus.


Setelah akad nikah, saya dan teman-teman saya yang lainnya (yayat, tato, hanas, bagas, doni, ian, reza) mengucapkan selamat lengkap dengan jabatan tangan dan rangkulan hangat. acara hari itu di tutup dengan makan siang dan foto-foto bersama pasangan pengantin.




Selamat menempuh hidup baru untuk Danang Wahyudi dan Siti Juleiha. Saya berharap pernikahan kalian terus berlayar dan berpetualang hingga maut memisahkan.